Pahlawan di Era Globalisasi

Jika kita berbicara mengenai pahlawan, pasti didalamnya kita  kita membicarakan tentang jasa jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia. Mereka rela mengorbankan seluruh harta benda bahkan nyawa mereka untuk mendapatkan kemerdekaan. Dengan gagah berani mereka menghadapi musuh yang membawa beribu peluru di senapan, kala itu mereka kalah jauh dalam hal senjata, yang diandalkan hanyalah bambu runcing di genggamannya.

Itu adalah perjuangan bangsa indonesia 60 tahun yang lalu. Sekarang sudah lain, yang harus diperjuangkan bukanlah kemerdekaan lagi, karena negara kita tercinta ini telah merdeka. Dan yang mesti dihadapi bukan lagi penjajah yang secara langsung menyerang indonesia dengan peluru dan geranat. Akan tetapi yang harus dihadapi pada zaman sekarang ini adalah bagaimana berjuang untuk meneruskan cita cita luhur para pahlawan. Karena itulah cara kita untuk menghargai jasa jasa mereka.

            Kita pasti sering mendengar ungkapan yang menyatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa pahlwannya. Itu artinya kita harus meneruskan perjuangan yang telah mereka rintis agar perjuangan mereka dalam meraih kemerdekaan tidak sia sia. Lantas apa yang dapat kita lakukan?

            Sebagai generasi muda yang merupakan komponen terpenting untuk memajukan bangsa indonesia sesuai dengan yang diharapkan para pahlawan, kita dapat meneruskan perjuangan mereka dengan belajar. Belajar dalam bidang apa saja. Karena dengan beljar kita mampu berjuang untuk memajukan bangsa indonesia hingga dapat bersaing di dunia internasional.

            Tak hanya berhenti berjuang dengan belajar saja. Kita juga harus memiliki moral yang tinggi mengingat merebaknya demoralisasi yang banyak terjadi di indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun. Dalam menyikapi hal itu, kita sebagai generasi muda harus segera memeranginya paling tidak kita tidak melakukan tindakan yang mengarah pada demoralisasi dan dapat mencegahnya

           Selain demoralisasi, masalah bagi bangsa indonesia khususnya pada generasi mudanya yaitu gaya hidup yang mengarah pada westernisasi (gaya hidup yang kebarat-baratan). Mungkin memang tidak semuanya negatif. Ada positifnya juga. Namun sayangnya sebagian generasi muda kita menyerap hal yang negatifnya. Mereka sangat asyik menikmati budaya barat yang telah diserap olehnya. Mereka mulai mengabaikan budaya bangsa mereka sendiri. Contoh terkecil adalah cara berpakaian. Cara mereka berpakaian menyerupai orang orang eropa pada umumnya. Contoh yang lain adalah mengkonsumsi barang barang dari sana sehingga indonesia terus menerus mengimpor barang barang dari luar negeri karena gaya hidup mereka yang meniru orang eropa.

            Demoralisasi sangat berhubungan erat dengan westernisasi dimana westernisasi memicu tindakan demoralisasi pada sebagian generasi muda. Misalnya mereka ingin membeli barang yang berasal dari luar negeri. Namun ternyata tidak memiliki uang untuk membelinya, maka cara yang mereka tempuh antara lain ada yang menggunakan cara pencurian,korupsi, dan lain sebagainya.

            Tidak hanya budaya itu saja, namun generasi muda kita juga telah mengabaikan budayanya seperti tari tradisional, lagu daerah, pakaian adat maupun budaya lain.

Ironisnya budaya bangsa kita malah dipelajari bangsa lain yang tak pernah mengabaikan untuk belajar budaya mereka sendiri. Hingga sempat terdengar oleh kita bahwa budaya kita di klaim oleh bangsa lain. Betapa memperihatinkannya generasi muda kita sekarang ini.

            Sedangkan generasi muda kita yang lain ada yang sedang mengisi kemerdekaan ini dalam rangka meneruskan perjuangan para pahlawan, itulah yang pantas dijadikan suri tauladan bagi generasi muda yang masih berpangku tangan dan bagi generasi muda mendatang, mereka berani menunjukan kepada dunia internasional tentang bangsanya yang patut untuk dipandang dan diperhitungkan karena generasi mudanya.

            Oleh karena itu, di hari pahlawan ini mari kita tingkatkan rasa kepahlawanan dan nasionalisme. Tunjukan bahwa kita adalah generasi muda yang patut di acungi jempol karena perjuangan kita dengan berbagai cara. Salah satunya dengan belajar. Belajar mengenal ilmu, moral dan budaya bangsa indonesia maka dari itu, tunjukan bahwa kita pahlawan indoneisa di era globalisasi.
Tags:

Media Edukasi Fokus

Unit kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 3 Purworejo (SMA N 1 Purwodadi / SMA Keduren / Kampus Turi).

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.