Oleh : M. Suyudi, S.Pd"Dengan demikian peranan majalah sekolah sangatlah penting. Di sini dapat memberikan informasi yang positif tentang perkembangan sekolah baik kepada warga SMA maupun kepada masyarakat luas ( Stage Holder / Pemangku Kepentingan ) Namun demikian juga dapat sebagai penyalur apresiasi warga sekolah atas kreativitas dan aktivitas yang dilakukan oleh warga sekolah. Tidak menutup kemungkinan sebagai penyalur aspirasi yang ada."
Sebagai salam pembuka, saya menyampaikan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada segenap ”Patria Muda MEF ( Media Edukasi Fokus ).” Atas kegigihannya, sehingga dapat menerbitkan ”Majalah Sekolah” untuk kedua kalinya. Semoga ”MEF” bisa semakin eksis dan akomodatif bagi semua, hal ini sesuai dengan mottonya ”Apresiatif, Komunikatif dan Inovatif,”artinya bisa menampung semua pihak. Osis merupakan satu–satunya organisasi resmi di sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA/SMK, begitu pula di SMA Negeri 3 Purworejo.
Demikian pula untuk kegiatan MEF, secara otomatis di bawah koordinasi OSIS. Kehidupan jurnalistik dewasa ini sangat kompleks, di samping sebagai penyampai informasi handal, juga berperan sebagai penyambung lidah masyarakat dari berbagai segi. Dengan demikian peranan majalah sekolah sangatlah penting. Di sini, dapat memberikan informasi yang positif tentang perkembangan sekolah, baik kepada warga SMA maupun kepada masyarakat luas ( Stage Holder / Pemangku Kepentingan ).
Namun demikian juga dapat sebagai penyalur apresiasi warga sekolah atas kreativitas dan aktivitas, yang dilakukan oleh warga sekolah. Tidak menutup kemungkinan sebagai penyalur aspirasi yang ada. Menilik betapa orgennya anggota MEF, Saya sedikit memberikan filosofi kehidupan yang mungkin dapat diterapkan dalam menambah ilmu, atau minimal sebagai bahan untuk langkah kemajauan MEF.
Hal ini seperti yang saya lakukan di dalam menimba pengetahuan. Saya menggunakan filosofi Jawa. Sebagai ilustrasi, bagi masyarakat Jawa sudah tidak asing lagi dengan istilah ”Hasta Brata.” Yaitu suatu ilmu yang biasa digelar oleh kaum pedalangan dalam lakon Wahyu Makuto Rama , yang mengantarkan suksesnya dua orang titisan Batara Wisnu, yaitu Sri Rama Wijaya Raja Ayodya dan Sri Batara Kresna Raja Dwarawati, yang sukses dalam menata pemerintahan. Salah satu dari ilmu Hasta Brata ( ilmu tentang lakunya delapan perwatakan alam ) adalah Hambeging Samirana ( wataking angin ), Filosofi ini perlu dipelajari atau dipahami oleh semua saja, yang ingin dirinya maju.Hambeging Samirana ( Wataknya Angin ) mengajarkan kepada kita untuk selalu bisa menelusup ke mana–mana, meneliti sesuatu hal secara detail terhadap sesuatu yang ingin kita ketahui. Berbaur menjadi satu dalam lingkup yang ingin kita pelajari secara cantik dan membawa suasana segar dan menyenangkan.
Dengan demikian, segala persoalan yang ada atau permasalahan di masyarakat dapat dipelajari dan diteliti secara akurat dan valid. Ketika kita berkeinginan mempelajari ilmu teater, saya pernah merekrut dan bermain bersama Yoyok Aryo, tokoh Protagonis dalam lakon ketoprak ”Ki Jangkrik Bongol” dari Padepokan Teater Yogyakarta. Bermain dengan 9 sekolah di GOR Purworejo Demikian pula saat saya ingin tahu tentang sablon dan resin, Saya langsung menjadi agen sablon dan resin dari Endang Arifin Soreang Bandung. Ketika saya ingin mempelajari agama, tujuh tahun saya berada dalam lingkup pondok pesantren di wilayah Purworejo dan Banjar Agung, Magelang, bahkan sempat menjadi Tanfidziah NU dua periode ( 6 tahun ) dan mengelola sebuah Mushola sejak tahun 1999 sampai sekarang.
Dan masih banyak lagi pengalaman yang dilakoni, seperti sanggar seni Warusu Purworejo ( Wage Rudolof Supratman = dalam bidang seni ). Sebagai pengurus Muda Genesha Angkatan 77, terjun di KNPI pada periode 80 – an, termasuk blusukan di lingkup pasar Baledono. Masih banyak pengalaman lainnya. Dari sini kita bisa memetik pengalaman, itu merupakan ilmu sangat berharga bagi kehidupan, Untuk itu saya berharap ”Patria Muda MEF” untuk bisa manjing ajur ajer di dalam menyerap ilmu. Berarti di sini kita harus berani membuka akses secara luas ke berbagai kalangan, bergaul secara terbuka saling memberi dan mengisi serta kita tidak perlu minder. Sekali lagi sukses untuk MEF.
Demikian pula untuk kegiatan MEF, secara otomatis di bawah koordinasi OSIS. Kehidupan jurnalistik dewasa ini sangat kompleks, di samping sebagai penyampai informasi handal, juga berperan sebagai penyambung lidah masyarakat dari berbagai segi. Dengan demikian peranan majalah sekolah sangatlah penting. Di sini, dapat memberikan informasi yang positif tentang perkembangan sekolah, baik kepada warga SMA maupun kepada masyarakat luas ( Stage Holder / Pemangku Kepentingan ).
Namun demikian juga dapat sebagai penyalur apresiasi warga sekolah atas kreativitas dan aktivitas, yang dilakukan oleh warga sekolah. Tidak menutup kemungkinan sebagai penyalur aspirasi yang ada. Menilik betapa orgennya anggota MEF, Saya sedikit memberikan filosofi kehidupan yang mungkin dapat diterapkan dalam menambah ilmu, atau minimal sebagai bahan untuk langkah kemajauan MEF.
Hal ini seperti yang saya lakukan di dalam menimba pengetahuan. Saya menggunakan filosofi Jawa. Sebagai ilustrasi, bagi masyarakat Jawa sudah tidak asing lagi dengan istilah ”Hasta Brata.” Yaitu suatu ilmu yang biasa digelar oleh kaum pedalangan dalam lakon Wahyu Makuto Rama , yang mengantarkan suksesnya dua orang titisan Batara Wisnu, yaitu Sri Rama Wijaya Raja Ayodya dan Sri Batara Kresna Raja Dwarawati, yang sukses dalam menata pemerintahan. Salah satu dari ilmu Hasta Brata ( ilmu tentang lakunya delapan perwatakan alam ) adalah Hambeging Samirana ( wataking angin ), Filosofi ini perlu dipelajari atau dipahami oleh semua saja, yang ingin dirinya maju.Hambeging Samirana ( Wataknya Angin ) mengajarkan kepada kita untuk selalu bisa menelusup ke mana–mana, meneliti sesuatu hal secara detail terhadap sesuatu yang ingin kita ketahui. Berbaur menjadi satu dalam lingkup yang ingin kita pelajari secara cantik dan membawa suasana segar dan menyenangkan.
Dengan demikian, segala persoalan yang ada atau permasalahan di masyarakat dapat dipelajari dan diteliti secara akurat dan valid. Ketika kita berkeinginan mempelajari ilmu teater, saya pernah merekrut dan bermain bersama Yoyok Aryo, tokoh Protagonis dalam lakon ketoprak ”Ki Jangkrik Bongol” dari Padepokan Teater Yogyakarta. Bermain dengan 9 sekolah di GOR Purworejo Demikian pula saat saya ingin tahu tentang sablon dan resin, Saya langsung menjadi agen sablon dan resin dari Endang Arifin Soreang Bandung. Ketika saya ingin mempelajari agama, tujuh tahun saya berada dalam lingkup pondok pesantren di wilayah Purworejo dan Banjar Agung, Magelang, bahkan sempat menjadi Tanfidziah NU dua periode ( 6 tahun ) dan mengelola sebuah Mushola sejak tahun 1999 sampai sekarang.
Dan masih banyak lagi pengalaman yang dilakoni, seperti sanggar seni Warusu Purworejo ( Wage Rudolof Supratman = dalam bidang seni ). Sebagai pengurus Muda Genesha Angkatan 77, terjun di KNPI pada periode 80 – an, termasuk blusukan di lingkup pasar Baledono. Masih banyak pengalaman lainnya. Dari sini kita bisa memetik pengalaman, itu merupakan ilmu sangat berharga bagi kehidupan, Untuk itu saya berharap ”Patria Muda MEF” untuk bisa manjing ajur ajer di dalam menyerap ilmu. Berarti di sini kita harus berani membuka akses secara luas ke berbagai kalangan, bergaul secara terbuka saling memberi dan mengisi serta kita tidak perlu minder. Sekali lagi sukses untuk MEF.






Tidak ada komentar:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.