25 September 2012
00:26 WIB
00:26 WIB
Smanti itu mempunyai ruangan tersendiri di hatiku. Smanti pernah mengajarkan segalanya.Terimakasih Ibu Sri Sujarotun, semangat yang Ibu kobarkan telah menjalar ke aliran darahku. Bapak Anas Padri Astanta lewat motivasinya mampu menuntunku melangkah lebih jauh dalam mengarungi samudra kehidupan. Ibu Siti Aisyah yang tak hanya menganggap dirinya sebagai guru, namun juga merangkap sebagai ibu juga teman, lewat nasehat-nasehatnya mampu menguapkan angin keraguan yang lama mengendap di dada. Tak lupa semua Bapak dan Ibu guru lain yang tak kalah turut andil menentukan langkah hidupku. Semua sahabat termasuk ibu kantin tercinta yang mensuplai gizi, hehehe. Terimakasih semua 
Untuk adik-adikku tercinta, terutama yaang sekarang duduk di bangku kelas XII, tetep semangat ya. Jangan pernah berhenti belajar selama kalian masih memiliki mimpi. Karena walau tidak terlihat, mimpi itu mempunyai kekuatan. Mimpi yang akan mangarahkan diri kita akan menjadi apa? Pecundang? atau pemenang? tentu saja kalian semua ingin jadi pemenang. Pemenang selalu ingin lebih unggul dari lawannya. Lawannya hanya mampu berjalan 1 km, maka pemenang berani berjalan sejauh 2 km.
Adik-adikku, jangan pernah jadikan kekurangan kalian sebagai kelemahan, namun jadikan kekurangan kalian menjadi sebuah "Kebanggaan", menjadi "hal lebih" yang di perhitungkan orang. Kalau kita terlahir sebagai orang kurang mampu, itu bukan salah Tuhan, Namun apabila kita mati dalam keadan miskin,itu adalah "Kesalahan" kita. Mintalah selalu pada Tuhan, apa yang kalian inginkan. Buatlah de javu dari apa yang kalian inginkan.Tulislah gelar-gelar yang kalian inginkan ada mengikuti nama kalian, Tempelkan pada meja belajar kalian, mintalah selalu doa orang tua, bersungguh-sungguhlah.





Tidak ada komentar:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.