Minggu Sore (2-09-12) sekitar pukul 15:00 WIB, siswa-siswi SMAN 3 Purworejo khususnya kelas X-4 melaksanakan jam tambahan sore yakni, membatik.
Membatik itu sendiri adalah tugas dari kepala SMAN 3 Purworejo yang disosialisasikan kepada KKN PPL UNY 2012 untuk mengampu para siswa.
Menurut penjelasan dari salah satu PPL UNY Dewi Astianty, kegiatan membatik ini bertujuan untuk mengangkat kain batik khususnya di daerah Purworejo yang sudah mulai jarang.
Ketika ditanya seputar kesulitan membatik, Dewi Astianty menjelaskan, bahwa para siswa masih mengalami kesulitan saat membatik, karena baru pertama kali terutama pada cara memegang canting.Salah satu Siswa, Wahyu Icin menjelaskan bahwa canting itu sendiri terdapat 3 ukuran yaitu:
- Ukuran kecil untuk membentuk titik-titik pada kain.
- Ukuran sedang berfungsi untuk menebalkan pada ukiran batik.
- Ukuran besar berfungsi untuk mengeblok/memberi warna ukuran penuh.
Diakhir wawancara, Kak Dewi menaruh harapan-harapan terhadap ekstra membatik untuki kedepan. "Para generasi penerus bangsa jangan sampai meninggalkan budaya membatik. Karena Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang pengolahannya mudah & tidak memerlukan biaya yang mahal".
| Batik merupakan budaya Indonesia |
| Salah Seorang siswi sedang memberi penjelasan tentang kegiatan membatik ini |
| Saat Redaksi MEF menjajal Membatik |
| Betapa para siswa-siswi antusias membatik |
| Ukuran Canting |
Semoga dengan adanya ekstra membatik, akan menumbuhkan generasi penerus bangsa yang cinta terhadap produk-produk hasil negaranya sendiri . Amin. (Nuraini,Amanda,Addis,Widi L.F)




Tidak ada komentar:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.