
Oleh : Rohani Rahayu
Kalau kamu merasa bernasib kurang baik, sering mengalami kegagalan dan kemalangan. Kalau kamu merasa hidup dalam belenggu, sehingga tidak bisa melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Inilah saatnya untuk mengubah nasibmu! Percayalah, bahwa kita punya potensi untuk mengubah atau memperbaiki nasib kita. Dalam setiap agama diajarkan, bahwa Tuhan akan membantu umat-Nya, untuk mengubah nasib kalau mereka mau berusaha untuk mengubahnya. Masalahnya, apakah kita mau dengan sungguh – sungguh memperbaiki nasib kita atau tidak. Sekedar merenungi dan menyesali nasib yang kurang baik, tidak akan membuat perubahan apa-apa. Begitu pun hanya berharap dan bermimpi, keadaan tentu tidak akan berubah. Mungkin malah hanya akan menambah rasa frustasi. Sadarilah, bahwa banyak nasib buruk yang kita alami itu, sebenarnya akibat dari perbuatan diri kita sendiri. Seperti kata pepatah, “kebiasaan menentukan sifat, sifat mnentukan karakter, karakter menentukan nasib.”
Mungkin saja nasib buruk yang kamu alami adalah akibat kecerobohan, kemalasan, sifat keras kepala, tidak jujur, mudah tersinggung dan sebagainya. Ingatlah selalu, yang terpenting bukan “Mengapa nasibku seburuk ini?” “Melainkan apa yang dapat kuperbuat untuk memperbaiki nasibku?” Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Jangan mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab nasib burukmu. Tak ada gunanya menyalahkan situasi dan orang lain, karena semuanya bersumber dari dalam diri kita sendiri. Kenalilah dengan jelas dan terperinci nasib buruk yang kamu ubah dan apa yang kamu inginkan. Mungkin selama ini prestasi belajarmu sangat payah dan kamu ingin lebih berprestasi, mungkin kamu mengalami krisis finansial, krisis kesehatan atau rasa kurang percaya diri.
Mulai sekarang belajarlah melupakan “nasib buruk” yang memasung hidupmu, yang membuat kamu merasa terbelenggu dan tidak bebas mendeskripsikan diri. Tulislah, langkah-langkah apa saja, yang akan kamu lakukan. Mulailah dari langkah yang paling mudah, yang bisa segera kamu lakukan. Misalnya, curhat kepada orang yang kamu percayai, mengisi kesibukan dengan berolahraga, atau melakukan hal – hal positif untuk melupakan sejenak luka hati, yang membalutimu dan sebagainya.
Mungkin saja nasib buruk yang kamu alami adalah akibat kecerobohan, kemalasan, sifat keras kepala, tidak jujur, mudah tersinggung dan sebagainya. Ingatlah selalu, yang terpenting bukan “Mengapa nasibku seburuk ini?” “Melainkan apa yang dapat kuperbuat untuk memperbaiki nasibku?” Jangan menyesali apa yang sudah terjadi. Jangan mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab nasib burukmu. Tak ada gunanya menyalahkan situasi dan orang lain, karena semuanya bersumber dari dalam diri kita sendiri. Kenalilah dengan jelas dan terperinci nasib buruk yang kamu ubah dan apa yang kamu inginkan. Mungkin selama ini prestasi belajarmu sangat payah dan kamu ingin lebih berprestasi, mungkin kamu mengalami krisis finansial, krisis kesehatan atau rasa kurang percaya diri.
Mulai sekarang belajarlah melupakan “nasib buruk” yang memasung hidupmu, yang membuat kamu merasa terbelenggu dan tidak bebas mendeskripsikan diri. Tulislah, langkah-langkah apa saja, yang akan kamu lakukan. Mulailah dari langkah yang paling mudah, yang bisa segera kamu lakukan. Misalnya, curhat kepada orang yang kamu percayai, mengisi kesibukan dengan berolahraga, atau melakukan hal – hal positif untuk melupakan sejenak luka hati, yang membalutimu dan sebagainya.
Bila sudah melewati fase ini, tingkatkan pada fase yang lebih sulit dan lebih penting. Setelah mengetahui apa yang kamu ingin ubah dan sudah manetapkan apa yang akan kamu lakukan, bulatkanlah tekad untuk mulai memperbaikinya. Kerahkanlah segenap daya dan upaya, potensimu, untuk mendobrak tembok-tembok atau belenggu – belenggu nasib buruk, yang memenjarakanmu. Mintalah bantuan sahabat, keluarga atau siapapun, yang kamu percayai untuk memantau perkembanganmu dan memotivasi kamu untuk terus maju. Jangan takut bersikap terbuka kepada orang-orang, yang bisa membantu kamu.
Sementara kamu berusaha untuk mengubah nasibmu dengan berbagai upaya yang telah direncanakan, namun berpeganglah dan tetap fokus pada tujuan akhir. Jangan biarkan kekecewaan atau hambatan apapun merusak tujuanmu. Maju terus pantang mundur. Perubahan yang akan terjadi, akan sangat tergantung pada keseriusan perjuangan dan daya tahanmu. Perubahan nasib adalah proses yang seringkali terasa lambat dan tidak tampak. Bila kamu bisa menikmati semua usahamu dan bisa mensyukuri setiap perubahan sekecil apapun, hingga tanpa kamu sadari lambat laun nasibmu betul-betul sudah berubah. Kamu tidak lagi sama, sebab ketika nasibmu berubah, hidupmu pun berubah.
Serahkanlah semua usahamu dan perjuanganmu, pada Tuhan melalui doa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, sesuai keyakinanmu. Ingatlah, bahwa kamu hanya melakukan apa yang harus kamu lakukan sebagai manusia, tetapi selebihnya ijinkanlah Tuhan yang melakukannya bagimu.
Sementara kamu berusaha untuk mengubah nasibmu dengan berbagai upaya yang telah direncanakan, namun berpeganglah dan tetap fokus pada tujuan akhir. Jangan biarkan kekecewaan atau hambatan apapun merusak tujuanmu. Maju terus pantang mundur. Perubahan yang akan terjadi, akan sangat tergantung pada keseriusan perjuangan dan daya tahanmu. Perubahan nasib adalah proses yang seringkali terasa lambat dan tidak tampak. Bila kamu bisa menikmati semua usahamu dan bisa mensyukuri setiap perubahan sekecil apapun, hingga tanpa kamu sadari lambat laun nasibmu betul-betul sudah berubah. Kamu tidak lagi sama, sebab ketika nasibmu berubah, hidupmu pun berubah.
Serahkanlah semua usahamu dan perjuanganmu, pada Tuhan melalui doa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, sesuai keyakinanmu. Ingatlah, bahwa kamu hanya melakukan apa yang harus kamu lakukan sebagai manusia, tetapi selebihnya ijinkanlah Tuhan yang melakukannya bagimu.




Tidak ada komentar:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.