IQRO

     Al Qur'an sebagai kitab suci umat Islam, yang isinya merupakan wahyu dari Allah SWT, wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah surat Al'Alaq. Surat tersebut diawali dengan kata Iqro' yang berarti bacalah. Surat tadi mengandung sebuah perintah, agar kita semua wajib membaca kapan pun dan dimana pun.

     Kita semua mengakui dan meyakini bahwa perkembangan dan pertumbuhan manusia dipengaruhi oleh dua faktor utama, pertama faktor intern, berupa bakat dari keturunan orang tua atau genetik, yakni bawaan anak tersebut ketika dia dilahirkan. Kedua adalah faktor ekstern, berupa pendidikan dan pengalaman semasa hidupnya. Walaupun sampai hari ini, belum ada yang dapat menghitung, berapa prosentase pengaruh dari kedua faktor itu. Tapi pada kenyataannya, faktor eksternlah yang lebih besar pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor internal.

     Banyak bukti yang dapat kita jumpai, anak dari keluarga baik-baik dan memiliki bakat yang baik pula, namun karena pendidikan serta pergaulannya tidak baik, maka perkembangan anak itu pun menjadi tidak baik. Sebaliknya, ada anak dari keluarga kurang baik dan bakatnya juga kurang baik, tetapi karena dia mendapat pendidikan serta pergaulannya dengan orang-orang baik, maka anak tersebut menjadi anak yang baik. Al Qur'an sebagai kitab suci umat Islam, yang isinya merupakan wahyu dari Allah SWT, wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah surat Al'Alaq.

     Surat tersebut diawali dengan kata Iqro' yang berarti bacalah. Surat tadi mengandung sebuah perintah, agar kita semua wajib membaca kapan pun dan dimana pun. Objek yang kita bacapun tidak terbatas, meliputi semua fenomena alam yang kesemuanya merupakan ayat-ayat Allah SWT. Dari membaca itulah, manusia dapat menemukan semua perkara yang dibutuhkan, demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Prestasi seseorang, sangat dipengaruhi oleh seberapa besar kemampuannya dalam membaca fenomena tersebut. Orang yang mampu membaca dan sekaligus mampu memanfaatkan apa yang dibacanya itu, maka dia dipastikan akan mendapatkan prestasi tersendiri dalam hidupnya.

     Sebaliknya, orang yang tidak mampu membaca fenomena alam dan tidak mampu pula memanfaatkannya, maka orang itu akan mengalami kesulitan untuk mengejar prestasinya. Sekarang, semua tergantung pada diri kita sendiri. Alloh SWT telah menyediakan semuanya, kita yang terpilih sebagai kholifah di muka bumi ini, telah dicukupi akan semua kebutuhan hidup kita. Tinggal mampu atau tidak, kita membaca dan memanfaatkan karunia yang telah disediakan oleh Alloh untuk kita itu. Alloh juga telah memberi akal, sehingga dengan akal tersebut manusia mampu untuk mencari, menemukan serta membuat sesuatu.

    Disamping itu manusia juga diberi nafsu, sehingga dengan nafsunya tersebut mendorong manusia untuk berbuat sesuatu. Akan tetapi jangan lupa, Alloh juga telah memberikan ramburambu, sejauh mana kita diperbolehkan menggunakan akal dan nafsu kita, yakni hukum-hukum yang tertuang di dalam kitab suci- Nya. Sebagai umat manusia yang beriman, tentu kita wajib mensyukuri segala karunia yang diberikan Alloh kepada kita smua. Dengan jalan menggunakan akal dan nafsu kita demi mencari karunia Alloh yang terhampar di muka bumi ini.
     Namun tetap berpegang teguh dan berpedoman pada ramburambu yang telah ditentukan.Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang dapat bersyukur. Amin,amin,amin……Ya Robbal 'alamin.
Tags:

Media Edukasi Fokus

Unit kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 3 Purworejo (SMA N 1 Purwodadi / SMA Keduren / Kampus Turi).

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.