Study Tour Lokal

Pengalaman tak terlupakan tak hanya didapat oleh siswa-siswi yang studytour ke Bali, namun juga didapat oleh siswa-siswi yang studytour ke Purwokerto pada tanggal 8 April 2012 dengan tujuan Baturraden, Goa Jatijajar, dan Pantai Ayah, serta pusat oleh-oleh Sokaraja.

Tepat pukul 07.00 WIB, bus telah melaju menuju objek wisata pertama yaitu Baturraden. Membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam untuk mencapai tujuan. Untungnya keadaan bis yang nyaman dan suasana yang riang membuat kami tak bosan berlama-lama di bis.
Sesampainya di Baturraden, kami asyik bermain air, berpose id depan kamera, atau sekedar jalan-jalan untuk menikmati pemandangan yang luar biasa indah. Baturraden berada di lereng Gunung Slamet sebelah selatan, oleh karena itu terdapat beberapa sumber air panas yang mengandung belerang.
Selelpas dari Baturraden, rombongan kami menuju pusat oleh-oleh Sokaraja. Puas berbelanja, perjalanan kami dilanjutkan menuju Goa Jatijajar.
Nah, di objek wisata wisata ini kami bisa berwisata sambil belajar. Goa Jatijajar yang terdapat di desa Jatijajar kecamatan Ayah, kabupaten Pati II Kebumen ini berbentuk dari batu kapur. Goa ini ditemukan oleh petani yang bernama Jayamenawi. Pada awalnya goa ini ditemukan secara tak sengaja. Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian jatuh ke sebuah lubang yang ternyata lubang tersebut adalah sebuah lubang ventilasi yang ada di langit-langit Goa Jatijajar. Lubang tersebut mempunyai diameter sekitar 4 meter dan tinngi dari tanah yang berada di bawahnya adalah 24 meter. Karena penemuannya yang secara tidak sengaja, maka keadaan goa masih sangat alami. Pintu-pintunya saja masih tertutup oleh tanah. Setelah dibongkar tanahnya, barulah ditemukan pintu goa yang sekarang untuk masuk. Asal-usul dinamakannya Goa Jatijajar sendiri adalah karena di muka pintu goa ada dua pohon jati besar dan tumbuh sejajar.
Di goa ini terdapat tujuh sungai atau sendang, tetapi yang mudah dicapai hanya empat sungai yaiut Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar, dan Sungai Kantil. Panjang dari pintu masuk sampai pintu keluar adalah 250 meter. Jalan di dalam goa mempunyai lebar 15 meter dan tinggi rata-rata 12 m.
Ketebalan langit goa adalah 10 m dan posisi goa berada 50 m di atas permukaan laut.Di dalam goa terdapat stalagtit dan stalagmite hasil endapan kapur sejak beratus-ratus tahun lalu.Tak hanya itu, terdapat juga biorama patung yang menggambarkan cerita rakyat Raden Kamandaka-Lutung Kasarung. Sekitar pukul 04.30 WIB saat kami akan melanjutkan perjalanan menuju objek wisata yang terakhir yaitu Pantai Ayah. Karena letaknya yang tak begitu jauh dari Goa Jatijajar,membuat perjalanan menuju Panbtai Ayah tidak terlalu mamakan waktu yang lama.
Kami tiba di Pantai Ayah di sambut oleh awan yang mendung dan cuaca yang kurang bersahabat. Benar saja,kami yang baru beberapa manit berjalan-jalan disekitar pantai untuk menikmati indahnya sore, harus berlari-lari kecil untuk mencari tempat-tempat berteduh di karenakan hujan yang semakin lama semakin deras. Senja di Pantai Ayah yang kurang memuaskan. Hari mulai gelap memaksa kami untuk pulang ke Purworejo. Tapi sebelum itu, rombongan kami mampir sejenak untuk menikmati makan malam di rumah makan daerah Gombong. (Hany)



Tags:

Media Edukasi Fokus

Unit kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 3 Purworejo (SMA N 1 Purwodadi / SMA Keduren / Kampus Turi).

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.