Taekwondo

Hai sobat MEF, berita kali ini datang dari salah satu atlit taekwondo di SMANTI. Gustomo Wira Adi, kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan nama tadi? Belum lama ini (17-03-12)  Ia mengikuti POPDA se-kabupaten Purworejo loh Yup, ajang POPDA yang diselenggarakan setiap tahun ini sepertinya menarik minat cowok pemilik zodiac Leo ini untuk mengikuti ajang tersebut.


      Diakuinya bahwa Ia terpilih mewakili SMANTI di ajang POPDA melalui seni bela diri ini karena ia dipilih oleh Pelatih Taekwondonya. Di ajang POPDA ini, Ia tidak sendiri loh. Dari Ekstrakulikuler Taekwondo, SMANTI mewakilkan empat murid terbaik lainnya. Yaitu, Febriano, Bowo Arif, Dwi Kurniawan, dan Siti Nurul. Dari kelimanya yang berhasil memperoleh juara satu adalah Gustomo Wira Adi, dan Juara kedua diraih oleh Febriano. 

     Putera kedua dari pasangan  Bapak Pamudji dan Ibu Endang Susilowati ini berhasil menyabet juara 1 POPDA kecamatan, dan kemudian berhasil maju ke tingkat KEDU (21-04-12) dan memperoleh juara ke-3. Latihan Taekwondo selama satu tahun disekolah dan ditambah diluar sekolah ini dirasa tidak sia-sia baginya. “ Alhamdulillah, rasanya seneng. Dan latihan selama satu tahun di sekolah dan ditambah diluar sekolah tidak sia-sia.” Ujarnya saat diwawancarai Mef belum lama ini. Saat ditanya siapa inspirasi terbesarnya sehingga Ia berhasil mendapatkan juara, Ia menjawab singkat.  “Jackie Chan. Karena dari kecil saya memang sudah suka sama dia. Alasannya ya, karena setiap Ia bermain film, di adegan action, Dia jarang menggunakan stunt-man.” Diakuinnya perjuangan untuk menyabet sebuah juara tidaklah mudah. 

      Tidak dapat dipungkiri juga cowok yang memiliki motto hidup “Melangkah Dengan Doa dan Ibadah” ini sempat mengalami cedera kaki. Selama beberapa hari ia harus rela berjalan tidak sempurna karena engkelnya mengalami pembengkakan. “ Kemaren saat tanding memang sempat cedera. Dan itu memang tidak disengaja. Waktu tanding perebutan juara Kedu, kena engkelnya. Tapi untungnya masih bisa menang.” Ujarnya. Cowok yang lahir di Purworejo pada tanggal 25 Juli 1995 ini mengaku tidak kapok karena kakinya pernah mengalami cedera. Ia mengatakan lebih lanjut bahwa setiap apapun yang dilakukan pasti ada resikonya dan itu membuat penyuka Ikan asin dan sambal terasi ini lebih ingin terus maju dan pantang menyerah.

      Lebih lanjut cowok yang bertempat tinggal di Tambakrejo RT 01/ RW 17 ini menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya saat ini di dukung penuh oleh kedua orang tuanya. “Orang tua sangat mendukung saya dalam mengikuti kegiatan di sekolah, walaupun mereka sempet agak miris juga waktu melihat saya tanding, hehehe.” Jelasnya ramah. Cowok penyuka air putih ini menjelaskan bahwa sesungguhnya Ia hanya iseng mengikuti Taekwondo. “Awalnya iseng, tapi lama-lama kok betah, akhirnya lanjut” Jelas cowok imut yang juga suka warna hitam dan putih ini. Selanjutnya cowok humoris ini mengaku bahwa tips suksesnya di pertandingan adalah konsentrasi dan fokus. “Kalo sudah di lapangan tanding, kita hanya punya dua pilihan. Yaitu kita mau hajar orang apa kita yang di hajar.” Kemudian cowok yang memiliki ukuran sepatu 45 ini juga memberikan pesan kepada seluruh siswa SMANTI bahwa kita harus memanfaatkan waktu muda kita sebaik mungkin. “Untuk siswa-siswi semua terutama yang cowok, kita kan masih pelajar. Masih jauhlah perjalanannya dan masih banyak event-nya. Sebisa mungkin kalian ekspresikan lah apa yang kalian bisa, lagi pula disini kan masih banyak ekstrakulikuler. Siapa tau kalian punya bakat terpendam.” Jelasnya.

      Maka dari itu para MEF’anz, kita memang harus memanfaatkan masa muda kita sebaik mungkin, supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Sip deh buat Gustomo Wira Adi. Tingkatkan terus yah prestasinya. Salam prestasi, Maju Jaya!! (Tharye, Dhita Ariesta, Widi Taulany Vidis)

Tags:

Media Edukasi Fokus

Unit kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 3 Purworejo (SMA N 1 Purwodadi / SMA Keduren / Kampus Turi).

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.