TIPS MENGHADAPI SNMPTN 2013


Tahun 2013 merupakan tahun yang terbilang berat bagi teman-teman kelas XII yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, bagaimana tidak pada tahun depan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berencana menghapuskan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan sistem Ujian Tulis. Sehingga bagi mereka yang belum beruntung lolos SNMPTN tahun depan, hanya diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing Universitas.

Seleksi nasional ini memiliki format berbeda dibandingkan SNMPTN sebelumnya. Pada periode 2009-2012, SNMPTN terdiri dari sistem undangan dan sistem ujian tertulis. Sistem undangan yang dimaksudkan disini adalah menyeleksi para peserta yang berhak mengikuti, yaitu peringkat 50% kelas di semester 5 untuk sekolah yang berakreditasi A, berdasarkan nilai rapot dan tanpa tes. Pada tahun ini, SNMPTN hanya memberlakukan sistem undangan dan menghapuskan sistem ujian tertulis. 

SNMPTN Undangan pada tahun depan pun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena semua siswa yang duduk di bangku sekolah menengah atas berhak mengikuti SNMPTN Undangan tersebut, dan tidak dipungut biaya sebesar Rp. 175.000 seperti tahun sebelumnya alias gratis (Kompas.com). 

Dengan sistem yang lebih mudah dan murah, tentunya kita berharap semakin banyak teman-teman kelas XII yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Walaupun begitu, sistem seleksi tampaknya akan lebih ketat, karena kita tahu peserta yang diseleksi mencapai jutaan siswa yang tersebar diseluruh pelosok negeri. Agar mampu bersaing dengan sistem seleksi yang lebih ketat tersebut,  ada beberapa tips yang patut dipertimbangkan:

1.    Maksimalkan Nilai Rapot & Ujian Nasional
Nilai rapot merupakan salah satu poin penting dalam SNMPTN kali ini. Di usahakan nilai rapot pada semester 1-4 memiliki rata-rata 7 atau diatasnya dan tidak ada nilai yang berada dibawah nilai KKM. Selain itu, pada semester 5 diusahakan memiliki nilai yang tinggi dibandingkan semester-semester sebelumnya, karena ada kecenderungan hanya nilai semester 5 yang dipertimbangkan mengingat jumlah peserta yang terbilang banyak. Walaupun tidak menutup kemungkinan nilai-nilai semester sebelumnya juga dipertimbangkan.

Selain itu pula, nilai Ujian Nasional hendaknya juga tidak luput dari perhatian kita. Walau belum ditetapkan secara pasti, namun Perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Jateng dan DIY telah menyepakati dan mengusulkan kepada Kemendiknas bahwa nilai ujian nasional (UN) ditetapkan sebagai acuan yang digunakan pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan bukan lagi nilai rapor (Okezone.com).



2.       Memilih Jurusan/Prodi
Agar dapat lolos SNMPTN 2013 kali ini, kita harus jeli dalam memilih jurusan atau program studi. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah minat dan kemampuan teman-teman terhadap jurusan yang hendak dipilih. Hal ini sangat penting, karena apabila tidak memiliki minat yang tinggi terhadap jurusan yang dipilih, akan berdampak pada kegiatan perkuliahan kelak. Ada yang malas untuk masuk kuliah ataupun “terpaksa” mengikuti kuliah, namun tidak memiliki passion dalam meraih prestasi yang tinggi di bangku perkuliahan.

Begitu juga dengan kemampuan, harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Apabila tidak, akan terseok-seok dalam persaingan yang ketat di kampus kelak. Jika hal ini berlanjut, mahasiswa biasanya memilih pindah jurusan ataupun tetap bertahan dengan kemampuan yang seadanya. 

Hal kedua adalah pilihlah jurusan/prodi yang memiliki daya saing sedang (medium), yaitu jurusan/prodi yang memiliki perbandingan antara jumlah peminat pada tahun sebelumnya dan jumlah yang diterima (daya tampung) pada tahun sekarang masih dalam batas toleransi. Sebagai contoh, pada SNMPTN 2012 kemarin, Jurusan Akuntansi UNDIP memiliki daya tampung 175 mahasiswa, namun jika melihat jumlah peminat pada tahun 2011, ada sekitar 2.602 siswa. Jika dirasio, memiliki perbandingan 1:14 atau dalam artian setiap 1 siswa harus bersaing dengan 14 siswa lainnya agar dapat diterima di jurusan tersebut. Berbeda jika melihat prodi Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan di universitas yang sama, dimana ada sekitar 532 orang pada tahun 2011 berminat untuk masuk dalam prodi tersebut dan membuka daya tampung sekitar 67 orang. Jika dirasio, memiliki perbandingan 1:7 atau dalam artian setiap 1 orang harus bersaing dengan 7 orang lainnya agar dapat diterima di jurusan tersebut. Sebuah perbandingan yang moderat.

Melihat kalkulasi tersebut sangat penting, karena dapat menjadi gambaran jumlah “pesaing” kita dalam memilih suatu prodi. Semakin moderat rasio perbandingannya, peluang diterima dalam prodi tersebut akan semakin tinggi. Selain itu juga jangan memilih prodi yang jumlah peminat tahun lalu terbilang sedikit, karena mungkin ada sesuatu yang kurang baik berkaitan tentang sistem kuliahnya, akreditasinya ataupun prospek kerja kedepannya. Untuk melihat jumlah peminat tahun lalu dan kuota mahasiswa yang diterima tersebut dapat dilihat di web SNMPTN, yang biasanya data terbaru dapat diakses beberapa saat setelah pembukaan pendaftaran.

Selanjutnya, hal yang patut dipertimbangkan dalam memilih prodi adalah prospek kerja setelah kita selesai menempuh kuliah. Biasanya hal ini dapat kita lihat di lowongan pekerjaan yang tersebar di berbagai surat kabar.

3.       Beribadah Lebih Giat
Agar kita dapat sukses, tentunya kita harus menyertakan Tuhan dalam setiap langkah kita. Baik itu ketika kita sedang berusaha maupun setelah kita mampu meraih kesuksesan yang selama ini kita dambakan. Bagi teman-teman muslim, amalan yang dapat dilakukan adalah berpuasa senin-kamis, shalat Tahajud, dan juga Sadaqah di perbanyak. Karena semakin kita memperbanyak amalan sunnah, semakin besar peluang do’a kita diijabah oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari)


Demikian tips-tips yang bisa penulis sarankan agar mampu bersaing di SNMPTN tahun depan, semoga Allah selalu memudahkan langkah kita dan mengabulkan segala do’a dan usaha kita. Amin

(Reza Muhammad GPD)
Tags: , ,

Media Edukasi Fokus

Unit kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 3 Purworejo (SMA N 1 Purwodadi / SMA Keduren / Kampus Turi).

Tidak ada komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.